Menawannya Budug Asu di Kaki Gunung Arjuna

Keindahan Budug Asu dibalik rindangnya rumput ilalang. Foto oleh @michelle_elen
Keindahan Budug Asu dibalik rindangnya rumput ilalang. Foto oleh @michelle_elen
Pemandangan hijau dihiasi rumput ilalang sepanjang mata memandang disertai dinginnya udara segar yang berhembus akan menemani sobat diatas sebuah bukit di kaki Gunung Arjuna. Suasana tenang dan pemandangan lepas seakan membuat semua beban pikiran hilang seketika. Bagi sobat yang menginginkan ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, tempat yang satu ini merupakan salah satu rekomendasi terbaik. Kawasan ini tidak lain adalah Budug Asu yang berada di antara wilayah Kecamatan Lawang dan Singosari. Ketinggian Budug Asu diperkirakan berada pada 1.500 hingga 2.000 mdpl. Seiring dengan namanya yang mulai naik daun, Budug Asu saat ini menjadi salah satu alternatif wisatawan yang mencari suasana pegunungan namun tidak ramai.

Pemandangan di salah satu sudut Budug Asu dengan latar Gunung Arjuna. Foto oleh @hade_ace
Pemandangan di salah satu sudut Budug Asu dengan latar Gunung Arjuna. Foto oleh @hade_ace
Tempat wisata yang dikelola oleh warga sekitar ini mulai dikenal pada periode tahun 2017 awal. Pada saat itu mulai banyak pengunjung datang dan saat itu pula pengelola mulai membuka jalur alternatif baru selain jalur yang sebelumnya telah ada. Terletak di kaki Gunung Arjuna, Budug Asu memiliki akses yang mudah dengan 3 jalur. Jalur Kebun Teh merupakan jalur termudah untuk dilalui. Persiapan yang perlu dilakukan sebelum sobat melakukan perjalanan menuju Budug Asu cukup sederhana. Sobat cukup mempersiapkan fisik yang prima dan perbekalan yang dirasa mencukupi. Selain itu juga ada perlengkapan penting yang perlu dibawa ketika sobat melakukan perjalanan pada saat musim penghujan, yaitu jas hujan. Usahakan untuk membawa jas hujan dengan berat yang ringan yang biasanya berbahan plastik.


Pertama kali tempat yang harus dituju sobat jika hendak menuju ke Budug Asu adalah Kecamatan Lawang. Dari pusat daerah kecamatan Lawang sobat bisa melakukan perjalanan menuju ke Kebun Teh Wonosari baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang tersedia. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 30 menit jika menggunakan kendaraan pribadi atau sekitar hampir 1 jam jika menaiki angkutan umum. Setelah sobat sampai di Kebun Teh, sobat harus membayar tiket masuk di loket. Harga tiket masuk terakhir dari data tahun 2017 akhir yang kami dapatkan adalah sebesar 10 ribu rupiah pada saat hari biasa dan 15 ribu rupiah pada saat akhir pekan atau hari libur. Harga tersebut juga belum termasuk biaya parkir kendaraan pribadi sobat. Setelah sobat sampai di Kebun Teh Wonosari, sobat bisa menikmati sejenak suasana di kebun teh sembari rehat sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Budug Asu.

Budug Asu dalam suasana pagi hari menunggu terbitnya matahari. Foto oleh @herykuswandi
Budug Asu dalam suasana pagi hari menunggu terbitnya matahari. Foto oleh @herykuswandi
Setelah merasa cukup berada di Kebun Teh Wonosari sobat bisa melanjutkan perjalanan baik dengan menaiki kendaraan pribadi maupun berjalan kaki. Namun lebih disarankan bagi sobat untuk berjalan kaki demi keselamatan karena medan yang cukup berat jika dilalui menggunakan kendaraan pribadi standar. Jika hendak membawa kendaraan, maka sobat disarankan untuk menggunakan motor trail atau jeep untuk roda empat. Namun sobat juga harus siap dengan risiko yang harus dihadapi, terlebih lagi jika cuaca tidak mendukung yang menyebabkan medan basah dan semakin sulit untuk dilewati.

follow instagram kita juga : @malang_mbois  [ klik disini ]

Dari Kebun Teh sobat bisa bertanya pada penjaga untuk menunjukkan arah menuju ke Budug Asu. Jarak yang ditempuh menuju ke Budug Asu adalah sekitar 5 KM dengan kontur yang naik dan turun. Sepanjang jalan sobat akan disuguhi oleh pemandangan khas kebun teh, hutan pinus dan lebatnya pepohonan khas Indonesia. Selepas keluar kawasan kebun teh, areal pertama yang sobat akan temui adalah perkebunan teh dan kopi. Disamping itu juga ada areal perkebunan singkong dan beberapa jenis tumbuhan khas yang biasa ditemui di daerah dataran tinggi. Pada awal perjalanan yang masih berada di kawasan kebun teh ini, jalanan di dominasi dengan tanah dan batuan yang disusun untuk membentuk jalan. Di tengah perjalanan selepas perkebunan teh dan kopi sobat sekalian akan mendapati sebuah rumah yang biasa digunakan oleh orang sekitar untuk beristirahat. Sobat juga bisa duduk beristirahat sejenak melepas penat di bawah pohon ceri yang terletak di depan rumah tersebut. Terkadang sobat juga bisa menemui beberapa anjing kecil liar yang berkeliaran di sekitar perkebunan. Hewan ini tidak buas, asalkan sobat sekalian tidak mengganggu dan tetap menjaga jarak.

Salah satu tempat swafoto dengan latar Gunung Bromo di Budug Asu. Foto oleh @danang_hariadi
Salah satu tempat swafoto dengan latar Gunung Bromo di Budug Asu. Foto oleh @danang_hariadi
Perjalanan akan dilanjutkan dengan melewati kawasan hutan pinus yang membentang cukup panjang dan lebat. Di sini sobat bisa melakukan swafoto sejenak. Pemandangannya terasa sangat hijau dan menyegarkan hingga menghadirkan perasaan bahagia ketika melewatinya. Pinus-pinus yang tumbuh di sini memang dimanfaatkan untuk disadap getahnya. Selain itu udara segar khas pegunungan juga mulai menyapa sobat saat melewatinya.

Selepas kawasan hutan pinus yang menawan tersebut, sobat akan menemui pintu masuk yang dijaga oleh pengelola yang merupakan warga sekitar. Disini sobat diwajibkan untuk membayar tiket untuk bisa naik ke puncak Budug Asu. Harga tiket masuk Budug Asu adalah sebesar 5 hingga 10 ribu rupiah per orangnya. Jalur akan terbagi dua selepas pos pembayaran ini. Satu jalur lama yang harus melewati hutan yang lebat merupakan jalur yang harus dilewati bagi sobat yang membawa kendaraan pribadi, namun juga masih bisa digunakan untuk pejalan kaki. Sedangkan satu jalur lain digunakan khusus untuk pengunjung yang berjalan kaki. Jalur khusus ini tidak bisa dilewati kendaraan dikarenakan tingkat kemiringan jalan yang mencapai 60 derajat.

Jalur pertama yang merupakan jalur lama dihiasi oleh pohon-pohon besar dan semak yang tinggi. Jalur lama ini cukup jauh memutar namun memiliki medan dan kemiringan yang tidak terlalu sulit. Sepanjang jalan di jalur lama sobat akan melihat jalan yang dihiasi oleh jejak kendaraan yang sangat jelas. Dengan medan yang sangat sulit, tak jarang banyak kendaraan yang terjebak di dalam lumpur. Pengunjung bisa berjalan di samping jalur utama yang merupakan jalur kendaraan. Sobat harus berhati-hati ketika melewatinya dikarenakan medan akan sangat licin ketika basah selepas diguyur hujan.

Jalur yang baru dibuka menuju Budug Asu. Foto oleh @michelle_elen
Jalur yang baru dibuka menuju Budug Asu. Foto oleh @michelle_elen
Untuk jalur kedua ini merupakan jalur yang baru dibuka menjadikannya sebagai jalur alternatif bagi pengunjung yang berjalan supaya jarak semakin dekat dan membuat waktu tempuh juga semakin cepat. Sepanjang jalur ini dihiasi oleh rumput ilalang yang cukup lebat dan tinggi. Sobat dipastikan akan banyak melakukan pemberhentian sepanjang perjalanan untuk menghela nafas dikarenakan medan yang sangat menanjak. Di sini sobat wajib untuk ekstra hati-hati dengan pijakan dan juga perhatikan keadaan tanah sekitar karena sangat rawan sekali untuk tergelincir dan terjatuh. Sobat juga bisa melakukan swafoto sejenak untuk mengambil pemandangan sekitar yang sudah terlihat cantik.

Setelah melewati salah satu jalur tersebut, sobat akan mencapai puncak dari Budug Asu. Rasa penat dan lelah akan terbayar seketika saat menginjakkan kaki di atas puncak Budug Asu dengan Gunung Arjuna menjadi background yang berdiri megah ketika kita melayangkan pandangan ke arah barat. Di arah sebaliknya kita bisa melihat hamparan kebun teh yang sudah kita lalui. Di arah selatan terlihat beberapa banyak bangunan pabrik besar yang terletak di Kecamatan Singosari. Di puncak terdapat banyak spot bagus yang bisa dijadikan tempat untuk berswafoto.

Sebuah jurang yang berada di sebelah utara Budug Asu. Foto oleh @fariedsa
Sebuah jurang yang berada di sebelah utara Budug Asu. Foto oleh @fariedsa
Ada banyak fasilitas yang tersedia di puncak Budug Asu diantaranya adalah toilet, warung makan dan juga mushola. Selain itu ada banyak tempat duduk yang tersedia di sekitar yang bisa digunakan untuk beristirahat sekaligus mengamati dan menikmati pemandangan. Di puncak Budug Asu ini tanaman yang tumbuh akan didominasi oleh rumput ilalang sehingga membawa kita merasakan suasana berbeda dari biasanya. Sobat juga bisa camping di Budug Asu karena tempatnya yang memang mendukung untuk kegiatan camping. Sejarah Budug Asu menurut pengalaman malangmbois saat berkunjung adalah saat berada di puncak ini kita bisa mendengar anjing (asu) yang menggonggong bersahutan secara sayup-sayup. Mungkin inilah yang menjadikan warga sekitar menyebut bukit (budug) ini sebagai Budug Asu (bukit anjing).

Budug Asu merupakan salah satu tempat yang masuk rekomendasi kami sebagai tempat yang wajib untuk dikunjungi. Jadi tunggu apa lagi sobat? Datang dan nikmati setiap momen yang kalian habiskan di Budug Asu, kami jamin semua perjuangan sobat akan terbayar dengan apa yang sobat dapatkan dari Budug Asu. Selamat berlibur!

*** Malang Mbois ***
Previous
Next Post »