Candi Jawar Ampelgading, Sejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Jawar berdiri kokh dengan latar Gunung Semeru. Foto oleh @designer_rumahmalang
Candi Jawar berdiri kokh dengan latar Gunung Semeru. Foto oleh @designer_rumahmalang
Ada banyak sekali peninggalan sejarah di wilayah Kabupaten Malang yang notabene dahulu kala merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Tak heran jika terdapat banyak sekali situs-situs peninggalan sejarahnya. Salah satunya berada di daerah Dusun Kaliputih, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang yang tidak lain adalah Candi Jawar. Candi Jawar merupakan sebuah candi peninggalan dari budaya agama Hindu. Terletak pada  ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut, menurut sejarah Candi Jawar Ombo ditemukan pada tahun 1982- 1983 dengan kondisi sudah tertimbun tanah. Situs Candi Jawar telah dilakukan renovasi pada 9 September 2014 sehingga fungsinya memang digunakan sebagai pura untuk beribadah umat Hindu.

Candi Jawar dilihat dari udara. Foto oleh @tino_isdyarto
Candi Jawar dilihat dari udara. Foto oleh @tino_isdyarto
Sebagai candi peninggalan Kerajaan Majapahit, Candi Jawar memiliki ciri khas struktur bangunan tersendiri. Lantai atau disebut Batur berbentuk persegi berukuran 6 meter x 6 meter dengan ketebalan batu 60 cm. Terdapat empat batu berlubang yang digunakan untuk menegakkan tiang dan keempat sisi Candi Jawar ini dihias relief tapak dara, pilaster, dan teratai. Pahatan manusia ditemukan pada sisi bangunan candi. Pahatan di candi ini berupa relief wayang yang menyerupai pahatan yang ditemukan pada candi-candi Majapahit lainnya. Pada pintu Masuk terdapat arca batu Dwarapala memegang gada, seperti pada umumnya kebanyakan candi yang ditemukan di Indonesia. Menurut ajaran Syiwa dan Budha, dalam bahasa Sansekerta kata Dwarapala berarti pengawal pintu atau penjaga gerbang. Candi Jawar dengan pendopo Soko Limo-nya mengarah ke arah timur, yaitu tepat menghadap ke Gunung Semeru. Sehingga penataan candi sendiri memang dikhususkan untuk menghormati pencipta melalui ajaran agama Hindu.

Candi Jawar tampak kokoh setelah mengalami renovasi. Foto oleh @vatur___
Candi Jawar tampak kokoh setelah mengalami renovasi. Foto oleh @vatur___
Candi Jawar saat ditemukan kondisinya memang terbengkalai. Tak jauh dari lokasi Candi Jawar juga ditemukan banyak peninggalan lain seperti guci, uang kuno, patung-patung atau arca  yang merupakan barang antik. Keberadaanya sekarang bisa jadi sudah berpindah tangan.

follow instagram kita juga : @malang_mbois  [ klik disini ]

Menurut mitos Candi Jawar mempunyai fungsi untuk dipergunakan oleh para pendeta, raja hingga tokoh spirtual. Diceritakan juga jika dahulu Raden Wijaya sebagai pendiri Majapahit kerap pergi ke Candi Jawar yang dekat dengan Semeru tersebut untuk menghadap kepada Sang Hyang Widhi.

.


Jalan menuju Candi Jawar memiliki rute yang cukup mudah. Jika  sobat berada di Kota Malang, maka sobat perlu melakukan perjalanan menuju Ampel Gading yang dapat ditempuh sejauh 32 km atau dengan durasi selama kurang lebih dua jam. Sesaat setelah berada di Desa Mulyosari dibutuhkan extra tenaga dan kewaspadaan karena rute akan lebih menantang hingga sampai di Candi Jawar. Buat sobat yang masih bingung saat mencari rute, maka sobat bisa menggunakan kecanggihan gadget android sobat dengan memasang aplikasi MboisApp yang akan memandu perjalanan.

Kemegahan Candi Jawar peninggalan kerajaan Majapahit. Foto oleh @tiikaatikoo
Kemegahan Candi Jawar peninggalan kerajaan Majapahit. Foto oleh @tiikaatikoo
Lelah dan capek perjalanan akan terbayar lunas dengan pemandangan yang luar biasa saat telah mencapai Candi Jawar. Nuansa khas pegunungan kental terasa, angin sejuk dari Puncak gunung Semeru yang terasa begitu segar datang menyapu keringat lelah kita yang mengucur saat perjalanan tadi. Pemandangan eksotis khas pegunungan juga terdapat di Candi Jawar, bahkan terkadang di siang hari kabut tipis hingga tebal menyambut para wisatawan saat berada di Candi Jawar.

***  MalangMbois  ***

Previous
Next Post »